NMML VIII Bersama Franz Magnis Suseno : “Agama, Kebangsaan dan Demokrasi: Nurcholish Madjid dan Kemanusiaan” 🗓 🗺

NMML VIII Bersama Franz Magnis Suseno : “Agama, Kebangsaan dan Demokrasi: Nurcholish Madjid dan Kemanusiaan” 🗓 🗺

Berbagi Artikel

Nurcholish Madjid (Cak Nur) adalah salah seorang Bapak Bangsa yang telah menyumbangkan banyak ide cemerlang dalam tema besar agama dan demokrasi di Indonesia. Sepeninggal Cak Nur pada 2005, kita menghadapi sejumlah tantangan baru dalam menempatkan agama dalam kerangka demokratisasi yang sudah memasuki tahun ke-15. Kita membutuhkan tafsir, gagasan, inisiatif dan rumusan baru mengenai bagaimana seharusnya menempatkan agama dalam proses demokratisasi yang sedang kita tapaki.

Atas dasar itu, Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD) Paramadina merasa perlu terus melanjutkan diskusi dan debat mengenai apa yang telah dirumuskan Cak Nur selama hidupnya. Sejak 2007, PUSAD Paramadina mengundang intelektual dan akademisi untuk menyampaikan ide, gagasan dan temuan-temuan terbaru mengenai agama dan demokrasi. Kami mendiskusikan mulai dari dimensi kultural agama, mutu demokrasi, politik identitas, kosmologi hingga ekonomi politik.

Upaya tersebut kami tuangkan dalam Nurcholish Madjid Memorial Lecture (NMML). Kegiatan ini dirancang sebagai acara tahunan dan disertai penerbitan buku untuk mengabadikan perdebatannya. Kami mengundang seorang intelektual publik atau akademisi sebagai narasumber tunggal untuk menyampaikan apa yang menjadi keresahan dan gagasan yang ia geluti sepanjang karir intelektualnya.

Sejak program ini pertama kali dilakukan pada 2007, kami telah mengundang Komaruddin Hidayat (2007), Goenawan Mohamad (2008), Ahmad Syafii Maarif (2009), Karlina Supelli (2010), R. William Liddle (2011), Faisal Basri (2012) dan Sidney Jones (2013). Mereka masing-masing menyampaikan tema yang selama ini mereka geluti sepanjang karir intelektualnya.

Tahun ini, kami mengundang Romo Magnis Suseno sebagai narasumber. Romo Magnis adalah sahabat dekat Cak Nur, yang hingga sekarang menaruh perhatian pada isu agama, kerukunan, dan demokrasi di Indonesia. Pidatonya yang akan disampaikan dalam NMML ke-8 ini berjudul “Agama, Kebangsaan dan Demokrasi: Nurcholish Madjid dan Kemanusiaan.”

Abstrak

Bertolak dari pernyataan Nurcholish Madjid bahwa “Islam adalah agama kemanusiaan terbuka,” Romo Magnis Suseno mengajak kita untuk merenungkan kembali arti Islam sebagai agama yang menghormati martabat manusia. Menurutnya, iman kepada Allah hanya benar kalau terwujud dalam hormat terhadap manusia, ciptaan tertinggi Allah. Agama, segenap agama, mesti dapat dirasakan sebagai sesuatu yang positif. Karena itu maka kita harus menolak keagamaan dengan wajah keras, keagamaan yang mengancam, membenci dan meremehkan mereka yang berbeda. Romo Magnis kemudian menyeru kaum agamawan dari berbagai agama untuk menegaskan kembali komitmen untuk memperlihatkan bahwa agama adalah rahmat bagi seluruh alam, tanpa kecuali

ical Google outlook
Aula Nurcholish Madjid, Universitas Paramadina Map
No Comments

Post A Comment