Tentang Kami

PUSAD Paramadina

Pusat Studi Agama & Demokrasi (PUSAD) Paramadina

Pusat Studi Agama & Demokrasi (PUSAD) Paramadina adalah lembaga otonom di bawah Yayasan Wakaf Paramadina yang melakukan riset dan advokasi dalam bidang sosial, politik, dan keagamaan.

Kami Melakukan riset dan advokasi dengan tema-tema antara lain: Pluralisme; Demokrasi; agama dan demokrasi (sekularisme); kebebasan beragama; Perdamaian; perempuan dan perdamaian; deradikalisasi.

Dalam melakukan riset dan advokasi, PUSAD Paramadina berpegang pada prinsip-prinsip sebagai berikut:
  1. Memanfaatkan teori dan pendekatan mutakhir dalam ilmu-ilmu sosial untuk melihat masalah-masalah tertentu di Indonesia.
  2. Melihat berbagai variasi dalam kasus-kasus yang dipelajari. Dengannya, pelajaran bisa diambil dari kasus-kasus di mana peningkatan kualitas demokrasi ditemukan.
  3. Riset dan advokasi saling terkait. Advokasi yang kuat hanya bisa dilakukan berdasarkan hasil riset yang bisa dipertanggungjawabkan secara metode dan data.
  4. Riset dan advokasi harus mengandalkan media sosial yang perannya makin penting.
Kegiatan PUSAD Paramadina meliputi riset dan advokasi dengan tema-tema antara lain:
  1. Pluralisme (sumbangan Islam dan agama-agama; toleransi).
  2. Demokrasi: pendidikan demokrasi (LVE dan lainnya); agama dan demokrasi (sekularisme); kebebasan beragama.
  3. Perdamaian: agama dan perdamaian; pendidikan perdamaian; perempuan dan perdamaian; deradikalisasi.
  4. Agama dan Kekerasan: Pemolisian konflik-konflik agama; radikalisme di Indonesia; dan lain-lain.
PUSAD Paramadina mempunyai visi “menuju interaksi damai antara agama dan demokrasi di Indonesia.” Untuk mencapai visi tersebut, PUSAD Paramadina mempunyai misi:
  • Mengembangkan gagasan dan praktik terbaik interaksi damai antara agama dan demokrasi di Indonesia.
  • Mengembangkan kapasitas aktor-aktor agama, masyarakat madani dan negara dalam memecahkan masalah-masalah sosial dan politik secara demokratis dan adil.
  • Menyebarkan pesan-pesan agama yang mendukung perdamaian dan demokrasi melalui beragam kegiatan akademis dan budaya, pendidikan publik dan advokasi kebijakan.
  • Menjadi laboratorium peneliti muda meningkatkan kapasitas dalam melakukan riset sosial yang inovatif dan berorientasi pemecahan masalah.

Pencapaian

1500

Riset

300

Publiaksi

2000

Penemuan Fakta

50

Publish Buku