KELUAR DARI EKSTREMISME: DELAPAN KISAH “HIJRAH”

Sudah banyak riset dilakukan mengenai bagaimana orang menjadi ekstremis (radikal, bahkan teroris) di Indonesia, tapi masih sangat jarang riset dibuat mengenai proses sebaliknya: mengapa dan bagaimana orang berhenti dari menjadi ekstremis. Proses inilah yang kadang disebut “transformasi personal”, atau “hijrah” dari kekerasan (ekstremis) menuju binadamai.

Kelangkaan di atas sangat disayangkan karena kita sebenarnya dapat mempelajari bagaimana orang tidak lagi atau berhenti menjadi radikal/teroris. Selain itu, mengetahui faktor-faktor yang membuat orang keluar dari ekstremisme akan membantu kita dalam memfasilitasi lebih jauh atau mendorong lebih banyak orang melakukan hal yang sama. Akhirnya, kampanye kontraradikalisme atau kontraekstremisme akan berlangsung lebih efektif jika hal itu dilakukan dengan memperlihatkan teladan orang-orang yang sudah keluar darinya – apalagi jika hal ini dilakukan melalui sarana audio-visual, yang akan jauh lebih menyentuh.

Buku ini dimaksudkan untuk mulai mengatasi kelangkaan di atas. Ada delapan orang yang kisahnya ditulis di sini: (1) Ronald Regang (mantan tentara anak di Maluku); (2) Arifuddin Lako atau Iin Brur (mantan korban/pelaku konflik kekerasan Poso); (3) Pendeta Palti Panjaitan (korban/pegiat kebebasan beragama di Bekasi); (4) Chairun Nisah (terlibat dalam konflik kekerasan separatis di Aceh, kini berprofesi sebagai politisi); (5) Baihajar Tualeka (korban/pelaku konflik kekerasan komunal di Ambon); (6) Kyai Imam Aziz (Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang menganjurkan rekonsiliasi antara NU dengan para korban peristiwa 1965); (7) Pendeta Mery Kolimon (pendeta dan akademisi yang menganjurkan rekonsiliasi gereja dengan para korban terkait peristiwa 1965); dan (8) Pendeta Jacky Manuputty (korban/pelaku konflik kekerasan komunal di Maluku, laki-laki, Kristen). Dalam penilaian kami, mereka semua kini bekerja dalam rangka upaya-upaya binadamai.

Diskusi buku akan menghadirkan narasumber: Ihsan Ali-Fauzi (PUSAD Paramadina, editor); Jacky Manuputty (Lembaga Antar Iman Maluku [LAIM], salah satu penulis); Sidney Jones (Institute for Policy Analysis of Conflict [IPAC]; pembahas); dan Zainal Abidin Bagir (Pusat Studi Agama dan Lintas-Budaya, CRCS-UGM, salah satu penulis, moderator).

Salah satu bab buku di atas membahas “hijrah” Arifuddin Lako, mantan teroris-jihadis Poso yang juga menyutradarai Jalan Pulang, film semi-dokumenter tentang reintegrasinya dan kawan-kawannya di Poso. Rival “Pallo” Himran, penyanyi reggae terkemuka di Indonesia, ikut berpartisipasi dalam film ini, dengan mengubah dan menyanyikan theme song film ini.

Film ini akan diputar sesudah acara diskusi buku. Akan hadir sebagai narasumber Arifuddin Lako (sutradara) dan Rival Himran (pengubah dan penyanyi theme song “Jalan Pulang”.

Kontak: Info PUSAD Paramadina: +62 815-1166-6075 atau info@paramadina-pusad.or.id

Tinggalkan Balasan