Kerjasama Lintas-Agama: Untuk Toleransi dan Bina-Damai

Pada 1990-an, Imam Muhammad Ashafa dan Pastor James Wuye memimpin dua kelompok milisia yang saling berperang di Nigeria. “Kebencian saya terhadap Muslim waktu itu tak terbatas,” kata Pastor James, yang kelompoknya membunuh guru Imam Ashafa dan dua sepupunya. Tiga tahun Imam Ashafa merancanakan aksi balas dendam, hingga suatu hari khotbah Jumat tentang aksi memaafkan Nabi Muhammad Saw. mengubah hidupnya. Imam dan Pastor itu lalu bertemu, saling memaafkan, dan bekerjasama mengatasi konflik-konflik bernuansa agama dan etnis. Melalui Pusat Mediasi Antar-Iman (Interfaith Mediation Center), lembaga yang mereka dirikan, keduanya berjasa mengembangkan bina-damai dan tatakelola pemerintahan yang inklusif tidak saja di Nigeria atau Afrika, tapi juga dunia.

Untuk menghormati kedatangan mereka di Indonesia, akan diadakan diskusi publik, pemutaran film, penerbitan buku, dan lokakarya bersama mereka di Jakarta dan Yogyakarta. Rangkaian acara ini dikelola Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD), Yayasan Paramadina, Lembaga Antar-Iman Maluku (LAIM), Pusat Studi Agama dan Lintas-Budaya (CRCS) dan Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik (MPRK), keduanya di Universitas Gadjah Mada, dengan dukungan Tannenbaum Foundation dan Tifa Foundation.

Program:
Pemutaran Film dan Diskusi
Jakarta 10 Agustus 2017
Kuliah Umum
Jakarta 28 Agustus 2017
Yogyakarta 31 Agustus 2017
Workhsop
Yogyakarta 29-31 Agustus 2017

Application Form: http://www.paramadina-pusad.or.id/unduh/Application-Form-Workshop-PMA-2017.docx

Info http://www.paramadina-pusad.or.id/event/workshop-pma

Komentar

Email Anda tidak akan disebarluarkan. Kolom yang tidak boleh kosong diberi tanda *