Mengaitkan Hak-hak Asasi Manusia dan Binadamai di Indonesia 🗓

Mengaitkan Hak-hak Asasi Manusia dan Binadamai di Indonesia 🗓

Masalah kaitan antara hak-hak asasi manusia dan binadamai sudah mulai  muncul pada 1990-an dan terus menjadi bagian dari agenda percakapan para akademisi, pengambil kebijakan, dan praktisi hingga kini. Pada tahun-tahun belakangan ini, hal itu memperoleh momentum baru ketika beragam dokumen kebijakan menyatakan secara eksplisit bahwa hak-hak asasi, perdamaian dan pembangunan saling terkait satu sama lain, dan bahwa upaya-upaya praktis harus dibangun berdasarkan kesalingkaitan itu. 

Beberapa irisan di antara kedua bidang di atas memang bisa segera kelihatan. Tetapi pengalaman-pengalaman yang ada sejauh ini menunjukkan bahwa pengaitan hak-hak asasi dan binadamai secara efektif lebih mudah dikatakan daripada dilakukan. Hal ini sebagian diakibatkan oleh fakta bahwa kedua bidang itu bisa saling mendukung satu sama lain, tetapi juga bisa saling menihilkan.

Masalah di atas juga sangat dirasakan oleh para pegiat hak-hak asasi manusia dan binadamai di Indonesia. Ketika PUSAD Paramadina hendak mengadvokasikan perubahan Peraturan Bersama Menteri Tahun 2006 (PBM 2006) berdasarkan riset Pangkalan Data FKUB, misalnya, upaya ini dikritik beberapa pegiat hak-hak asasi manusia di Indonesia sebagai kurang mempertimbangkan aspek hak asasi kelompok minoritas agama untuk bebas beragama dan mendirikan rumah ibadat mereka.

Untuk mulai mengatasi masalah di atas dan mencari jalan keluar terbaiknya, PUSAD Paramadina bermaksud mempelajari masalah ini dengan membaca hasil-hasil riset mengenai bagaimana masalah ini diatasi sejauh ini. Diskusi RISOS kali ini diadakan dalam rangka itu, sambil mengenang tiga tahun wafatnya Rizal Panggabean.

Diskusi akan dilaksanakan secara online via Zoom pada Jumat, 25 September 2020, pukul 14:00-16:00 WIB.

Sebelum diskusi, peserta diharapkan membaca dan membuat catatan terhadap dua artikel berikut ini:

  • Michelle Parlevliet, “Rethinking Conflict Transformationfrom a Human Rights Prespective.”
  • Michelle Parlevliet, “Human Rights and Peacebuilding: Complementary and Contradictory,Complex and Contingent,” Journal of Human Rights Practice
Scheduled ical Google outlook Agenda
No Comments

Post A Comment

%d blogger menyukai ini: