[RISOS #9] Represi Digital dengan Dalih “Melawan Hoaks”: Pengalaman Empat Negara ASEAN 🗓

[RISOS #9] Represi Digital dengan Dalih “Melawan Hoaks”: Pengalaman Empat Negara ASEAN 🗓

Represi Digital dengan Dalih “Melawan Hoaks”: Pengalaman Empat Negara ASEAN
Jumat, 30 September 2022, 14:00-16:00 WIB

Sedikit tentang RISOS
RISOS adalah forum bulanan mendiskusikan hasil-hasil riset mutakhir mengenai berbagai aspek kebebasan beragama dan berkeyakinan dalam konteks demokrasi di Indonesia. Diskusi akan
dilaksanakan setiap Jumat akhir bulan, pukul 14:00-16:00 WIB, secara daring dan disiarkan langsung melalui akun Youtube PUSAD Paramadina. RISOS bertujuan memperkenalkan dan mendiskusikan hasil-hasil riset mutakhir dalam ilmuilmu sosial yang langsung terkait atau relevan dengan aspek-aspek sosial agama dan kepercayaan di Indonesia. Diskusi akan menghadirkan narasumber yang menguasai masalah terkait dan dapat melihat relevansinya dengan perkembangan demokrasi di Indonesia, berdasarkan prinsip probono dan penguatan kolaborasi.

RISOS dikoordinasikan PUSAD Paramadina dan Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS, Yogyakarta). Ihsan Ali-Fauzi dan Zainal Abidin Bagir akan mengkurasi forum ini,
dengan tugas memilih tema diskusi dan bergantian berfungsi sebagai pemberi pengantar diskusi dan salah satu penanggap.

RISOS kali ini akan membahas laporan studi berjudul “Justifying Digital Repression via ‘Fighting Fake News’”, yang diterbitkan dalam Serial Trends in Southeast Asia (ISEAS, Juli
2022). Ditulis Janjira Sombatpoonsiri dan Dien Nguyen An Luong berdasarkan studi kasus di empat negara ASEAN (Kamboja, Myanmar, Thailand dan Vietnam), laporan ini menunjukkan
bagaimana pemerintah mempolitisasi definisi kabur mengenai “hoaks” atau “berita palsu” untuk membenarkan penggunaan macam-macam taktik represi digital.

Di bawah ini adalah beberapa temuan studi di atas:
1. Di empat negara di atas, yang dimaksud “hoaks” atau “berita palsu” tidak didefinisikan dengan jelas. Pemerintah di negara-negara itu malah fokus kepada bahaya atau ancaman yang
mungkin diakibatkan oleh penyebarannya kepada keamanan nasional, ketertiban publik, dan prestise bangsa.
2. Karena pemerintah memiliki kuasa untuk memaksakan pelabelan “hoaks” dan “berita palsu” sesuka mereka, maka pemerintah dapat mengkriminalisasi orang-orang yang dituduh menyebarkan informasi seperti itu dengan alasan menjaga keselamatan publik.
3. Sedikitnya ada empat cara yang digunakan pemerintah untuk memperketat pengawasan atas ruang siber dalam rangka melawan “hoaks” dan “berita palsu”, yaitu: (i) Mempersekusi
pengguna internet, jurnalis, dan khususnya mereka yang dianggap kritikus atau pembangkang; (ii) Menekan penyedia layanan Internet (ISP) dan platform media social untuk memblok dan mencabut konten; (iii) Memperluas dan memperdalam monitoring atas media sosial; dan (iv) Mematikan (shut down) Internet sekalian.

Studi di atas sangat relevan untuk dibicarakan di Tanah Air. Beberapa pertanyaan bisa diajukan sebagai pemantik diskusi: Sejauhmana fenomena di atas berkembang juga di Indonesia? Jika ya,
apakah taktik-taktik represi digital yang dijalankan serupa atau lebih bervariasi? Apa yang harus dilakukan warganegara untuk melawan kecenderungan di atas?

Narasumber
RISOS #9 akan mengundang tiga narasumber yang akan mendiskusikan tema di atas:
1. Diah Kusumaningrum, Dosen pada Departemen Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
2. Damar Julianto, Direktur Eksekutif SAFEnet (Southeast Asia Freedom of Expression Network).
3. Shita Laksmi, Direktur Eksekutif Tifa Foundation, Jakarta.

Waktu/Tempat
Diskusi akan berlangsung pada Jumat, 30 September 2022, Pukul 14:00-16:00 WIB.

Diskusi dilaksanakan secara daring dan disiarkan langsung melalui akun YouTube PUSAD Paramadina.
Detail acara diskusi akan disampaikan dalam lampiran terpisah.

Kontak
Untuk pertanyaan mengenai forum ini, sila kontak Raditya Darningtyas (raditya@paramadinapusad.
or.id atau +62813-9156-2506) atau Imelda Putri (imelda@paramadina-pusad.or.id atau
+62812-8336-2452).

Scheduled ical Google outlook
No Comments

Post A Comment

three × two =

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.