BEGIN:VCALENDAR
PRODID://WordPress//Event-Post-V5.9.2//EN
VERSION:2.0
BEGIN:VTIMEZONE
TZID:Asia/Jakarta
BEGIN:DAYLIGHT
TZOFFSETFROM:+0100
TZOFFSETTO:+0700
DTSTART:19700329T020000
RRULE:FREQ=YEARLY;BYDAY=-1SU;BYMONTH=3
END:DAYLIGHT
BEGIN:STANDARD
TZOFFSETFROM:+0700
TZOFFSETTO:+0100
TZNAME:CET
DTSTART:19701025T030000
RRULE:FREQ=YEARLY;BYDAY=-1SU;BYMONTH=10
END:STANDARD
END:VTIMEZONE
BEGIN:VEVENT
SUMMARY:Diskusi dan Peluncuran Buku “Sisi Gelap Reformasi di Indonesia: Munculnya Kelompok Masyarakat Madani Intoleran”
UID:https://www.paramadina-pusad.or.id/Agenda/diskusi-dan-peluncuran-buku-sisi-gelap-reformasi-di-indonesia-munculnya-kelompok-masyarakat-madani-intoleran/
LOCATION:Paramadina Graduate School
DTSTAMP:20150226T120000
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20150226T120000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20150226T160000
DESCRIPTION:Salah satu capaian penting Reformasi di Indonesia adalah tumbuhnya
masyarakat madani (civil society) yang kuat. Namun, beberapa di antara
organisasi masyarakat madani yang paling efektif dewasa ini justru adalah
kelompok-kelompok Islamis garis keras yang mendakwahkan intoleransi dan
menyebarkan kebencian. Pertanyaannya, apakah organisasi-organisasi itu
tumbuh berjalan seiring dengan meningkatnya konservatisme sosial
masyarakat Indonesia, atau karena koneksi-koneksi politik yang kuat? Apa
jalan keluar agar kelompok garis keras tidak tumbuh subur di Indonesia?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut dibahas Sidney Jones, Direktur Institute for
Policy Analysis of Conflict (IPAC) dalam Nurcholish Madjid Memorial Lecture
(NMML) VII pada Desember 2013 lalu. Sidney menyampaikan pidato berjudul
“Sisi Gelap Reformasi di Indonesia: Ancaman Masyarakat Madani
Intoleran.”

Berbagai aspek gagasan soal peningkatan mutu demokrasi dan penanganan
kelompok madani intoleran Indonesia tersebut kini sudah dibukukan
dalam  Sisi Gelap Reformasi di Indonesia: Ancaman Masyarakat Madani
Intoleran (2015). Selain berisi lecture Sidney Jones, buku ini
dilengkapi juga dengan tanggapan sejumlah intelektual dan peneliti dari
berbagai latar belakang: Zainal Abidin Bagir (Direktur Pusat Studi Agama
&amp; Lintas Budaya, UGM), Najib Azca (pengajar di Fakultas Sosiologi UGM),
Titik Firawati (pengajar di Fakultas Hubungan Internasional UGM), Sana
Jaffrey (mahasiswa doktoral di Universitas Chicago, Amerika Serikat), Elga
Sarapung (Direktur Interfidei, Yogyakarta), dan  Jeremy Menchik (asisten
profesor di Universitas Boston, Amerika Serikat).

Lewat lecture dan komentar yang kemudian ditanggapi balik oleh Sidney itu
terciptalah dialog yang kaya untuk menghadapi ancaman kelompok madani
intoleran dalam demokrasi Indonesia. Dialog yang tersaji di buku ini
penting dibaca oleh para pengambil kebijakan, akademi, aktivis sosial,
mahasiswa dan siapa saja yang peduli akan masa depan mereka dan negeri
tercinta.

Diskusi ini akan diselenggarakan pada Kamis, 26 Februari 2015, pukul
12.00-16.00 WIB, di Kampus Paramadina Graduate School, The Energy Building
22nd SCBD Lot. 11A Jalan Jendral Jenderal Sudirman Kav. 52-53 Jakarta.   
                         

Narasumber dalam diskusi ini adalah:

 	Sidney Jones (Direktur Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC))
 	Maman Imanulhaq (Anggota Komisi VIII DPR RI)
 	Zainal Abidin Bagir (Direktur Pusat Studi Agama dan Lintas Budaya,
Universitas Gadjah Mada Indonesia)
 	Samsu Rizal Panggabean (Dosen Magister Perdamaian Resolusi Konflik,
Universitas Gadjah Mada Indonesia)

Diskusi akan dipandu oleh Ihsan Ali-Fauzi (Direktur PUSAD Paramadina).

Acara diawali dengan makan siang  pada pukul 12:00 WIB.
Narahubung: ayu@paramadina-pusad.or.id (0838 675 656) atau
imelda@paramadina-pusad.or.id (0812 833 62 452).
END:VEVENT
END:VCALENDAR