Konteks Politik di balik Filem “NO”: Augusto Pinochet, Kekuatan Politik Oposisi dan Referendum di Cile

Konteks Politik di balik Filem “NO”: Augusto Pinochet, Kekuatan Politik Oposisi dan Referendum di Cile

Sebagai bahan dalam Pemutaran dan Diskusi Filem “NO”, yang diselenggarakan oleh Ciputat School, Jum ‘at, 20 september 2013, di Pisa Café, Jakarta.

Tidak ada selembar daun pun yang bisa berpindah bila tidak atas ijin saya

Augusto Pinochet, 1981

Saya diminta oleh Ciputat School, tepatnya oleh Kepala Sekolah Ciputat School, Comandante Ihsante Ali Ramirez Fauzi, untuk memberikan konteks politik di balik Filem “NO” yang memiliki latar belakang Cile menjelang pelaksanaan Referendum atau Plebisit 1988. Permintaan itu saya terima dengan baik, dan komentar atau kritik mengenai kajian sinematografi, aktor-aktor pemainnya, dan skenario filem ini saya serahkan pada mereka yang memiliki kompentensi atau kapasitasnya di bidangnya.

Saya sendiri sebetulnya sudah lama tidak mengikuti terlalu intens perkembangan politik paska reformasi di Cile yang akhirnya mengembalikan kekuasaan pemerintahan sipil hasil pemilu. Konteks filem ini memang berada pada saat-saat perubahan besar dari kekuasaan junta militer, atau lebih tepatnya kekuasan personal Jendral Pinochet dari tampuk pimpinan, menuju kekuasaan pemerintahan sipil hasil pemilu. Secara formal, perubahan tersebut ditentukan oleh pelaksanaan Referendum 1988, tepatnya 5 Oktober 1988, dengan pilihan “YA” jika masyarakat masih menghendaki Pinochet tetap berkuasa selama 8 tahun ke depan, atau “TIDAK” untuk meminta Pinochet berhenti sebagai presiden Cile untuk kemudian dilaksanakan pemilu dalam tahun berikutnya.

Untuk melihat konteks politik menjelang Referendum 1988 di Cile, ada baiknya kita melihat pada 3 faktor utama dalam dinamika politik Cile hingga akhirnya masyarakat lebih memilih “TIDAK” dibandingkan “YA” sebagai berikut, (a) Kekuasaan Jendral Pinochet dan Basis Pendukungnya; (b) Krisis Ekonomi dan Krisis Legitimasi Jendral Pinochet; dan (c) Konsolidasi dan Kekuatan Oposisi: Mengakhiri Otoriterisme!

Baca selengkapnya (PDF)

No Comments

Post A Comment