Memperbaiki Mutu Demokrasi di Indonesia: Sebuah Perdebatan

Memperbaiki Mutu Demokrasi di Indonesia: Sebuah Perdebatan

Bermula dari Nurcholish Madjid Memorial Lecture (NMML) yang disampaikan R. William Liddle, buku ini mendiskusikan masalah-masalah yang terkait dengan mutu demokrasi di Indoensia dan arah yang dapat ditempuh untuk memperbaikinya. Bagi Liddle, counsel of despair (nasihat berputus-asa) bukanlah pilihan. Diinspirasikan Niccolo Machiavelli, Liddle menyebut sejumlah kemungkinan agar warga negara (full citizens) di Indonesia bisa menjadi aktor-aktor yang mengubah pilihan-pilihan politik mereka di masa depan.

Pandangan Liddle di atas dikomentari Faisal Basri, AA GN. Ari Dwipayana, Usman Hamid & A.E. Priyono, Airlangga Pribadi, Goenawan Mohamad, Sri Budi Eko Wardhani, dan Burhanuddin Muhtadi. Semuanya melihat pandangan Liddle sebagai sesuatu yang berharga, provokatif, memancing pemikiran dan mendorong kita bergerak ke arah perbaikan lebih jauh.

Perdebatan ini penting dibaca oleh para pengambil kebijakan, akademisi, aktivis sosial dan politik. Ini juga penting diikuti oleh para mahasiswa yang peduli akan masa depan mereka dan negeri tercinta ini.

Nurcholish Madjid Memorial Lecture (NMML) adalah acara tahunan Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD), Yayasan Wakaf Paramadina. Orasi ilmiah yang disampaikan oleh R. William Liddle (Pak Bill Liddle) di Aula Nurcholish Madjid, Universitas Paramadina, Jakarta, pada 8 Desember 2011, merupakan acara Nurcholish Madjid Memorial Lecture (NMML) yang kelima, setelah di empat tahun sebelumnya kami mengundang Komaruddin Hidayat, Goenawan Mohamad, Ahmad Syafii Maarif, dan Karlina Supelli untuk menyampaikan orasi ilmiah yang pertama hingga keempat. Jika Anda tak sempat menghadirinya dan ingin menyimaknya, silakan tengok di YouTube, dengan alamat: http://www.youtube.com/watch?v=PFPPxBisAMA.

Sejak tiga tahun lalu, kami juga berhasil menerbitkan orasi ilmiah Goenawan Mohamad menjadi buku Demokrasi dan Kekecewaan (2009), Syafii Maarif menjadi buku Politik Identitas dan Masa Depan Pluralisme Kita (2010), dan Karlina Supelli menjadi buku Dari Kosmologi ke Dialog: Mengenal Batas Pengetahuan, Menentang Fanatisme (2011). Selain orasi ilmiah Goenawan, Syafii, dan Karlina, ketiga buku itu juga memuat sejumlah komentar orang (dari berbagai latar belakang) atas orasi yang pertama dan tanggapan ketiganya atas para komentator mereka itu. Dengan aksi “pembukuan” seperti ini, kami berharap bahwa berbagai pemikiran yang disampaikan dalam orasi ilmiah yang pertama bisa terus bergulir, memicu perdebatan lebih lanjut, dan terdokumentasikan dengan baik.

Selain untuk mengenang sosok dan pemikiran Cak Nur, begitu biasanya almarhum Nurcholish Madjid dipanggil, NMML juga dimaksudkan untuk merenungkan dan melanjutkan sumbangan pemikirannya bagi bangsa Indonesia dewasa ini dan di masa depan. Kami yakin, inilah cara terbaik mengenang jasa-jasa Car Nur, salah seorang pendiri Yayasan Paramadina. Seraya tak hendak mengultuskannya, kami tetap merasa penting dan berkewajiban untuk mengapresiasi dan melanjutkan pikiran-pikirannya yang relevan untuk kehidupan kita sekarang dan di masa depan.

Bersamaan dengan terbitnya buku ini, kami ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang sudah ikut membantu kelancaran semua urusan. Pertama-tama kami tentu mengucapkan ribuan terima kasih kepada Pak Bill, yang telah bersedia bukan saja datang jauh-jauh dari Columbus, Ohio, Amerika Serikat, untuk menyampaikan orasi ilmiah di Jakarta, tapi juga untuk menulis makalah dan memberi komentar balik atas para penanggapnya dengan antusias. Mudah-mudahan penerbitan buku ini bisa menambah semangatnya untuk terus optimis melihat demokrasi di Indonesia dan masa depan kajian-kajian ilmiah mengenainya.

Kami juga sangat mengapresiasi kesediaan para pemberi komentar untuk meluangkan waktu mereka. Kepada Rizal Panggabean, terima kasih banyak atas kesediaannya mengelola edisi khusus ini, membantu saya. Akhirnya, kami juga berhutang budi kepada kawan-kawan di The Asia Foundation, khususnya Sandra Hamid dan Budhy Munawar-Rachman, atas antusiasme mereka menerbitkan buku ini. Semoga kemenangan menjadi milik kita bersama.***

cover_NMML-V_Memperbaiki Mutu Demokrasi_Bill-Liddle.pngMEMPERBAIKI MUTU DEMOKRASI DI INDONESIA
Sebuah Perdebatan

R. William Liddle
Faisal Basri • AA GN Ari Dwipayana • Usman Hamid & AE Priyono Airlangga Pribadi • Goenawan Mohamad • Sri Budi Eko Wardani Burhanuddin Muhtadi

Disunting oleh
Ihsan Ali-Fauzi dan Samsu Rizal Panggabean

Cetakan I, Desember 2012

Diterbitkan oleh
Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD)
Yayasan Wakaf Paramadina
bekerja sama dengan The Asia Foundation

 

Download

[wpfilebase tag=file id=90 /]