Author: PUSAD Paramadina

Setahun terakhir telah memaksa kita untuk mengubah tata cara berkehidupan guna beradaptasi dengan pandemi. Banyak ahli percaya bahwa COVID-19 bukan pandemi terakhir yang akan kita hadapi sehingga merefleksikan apa yang terjadi selama setahun belakangan menjadi penting guna mempelajari dan mempersiapkan penanganan pandemi selanjutnya. Dalam rangka merefleksikan...

Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD) Paramadina, bekerja sama dengan United Nations Development Program (UNDP) menggelar webinar nasional bertajuk “Perempuan di Tengah Pandemi: Beban yang Bertambah, Penghargaan yang Tetap Rendah?” pada hari jumat, 19 februari 2021. Acara ini menghadirkan tiga narasumber yaitu dr. Hj. Faida,...

Bagaimana Gerakan #SalingJaga di Jawa Timur menggunakan kekuatan kolaborasi lintas Iman untuk membantu para korban pandemi? Jika tidak ada virus Covid-19 barangkali Cahyono sudah bisa membelikan sepatu buat anaknya ketika masuk sekolah. Tapi, bagaimana bisa membeli sepatu baru, untuk makan sehari-hari saja ia harus memutar otak...

Pemenuhan hak kelompok minoritas merupakan salah satu isu penting dalam demokrasi. Proses demokratisasi di Indonesia juga diharapkan dapat mewujudkan layanan publik yang inklusif bagi kelompok minoritas. Namun akses untuk mewujudkan hak tersebut masih sulit diperoleh kelompok minoritas agama seperti Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI). Karakteristik demokrasi...

Pemenuhan hak asasi manusia dan perdamaian adalah cita-cita besar yang tak terpisahkan. Tetapi pada praktiknya, orang-orang yang memperjuangkannya sering tampak bertentangan dan saling menafikan. Dalam penelitian, pelatihan, maupun advokasi kebijakan, yang satu kadang dianggap lebih penting dari yang lain. Sebagian akademisi percaya bahwa perspektif hak asasi...

Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD) Paramadina, bekerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tasikmalaya, dan Lembaga Kajian Komunikasi dan Pemberdayaan Sosial (LK Kompas) menggelar “Lokalatih Mediasi Konflik Keagamaan” di Tasikmalaya. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan pada 18-20 September 2020 di kawasan Pantai Pangandaran. Direktur...

Pengantar buku Sains Religius, Agama Saintifik Ditulis oleh: Ihsan Ali-Fauzi   Saya kurang bergairah mengikuti polemik terkait sains dan agama yang berkembang akhir-akhir ini, sekalipun ini sebenarnya tema penting untuk kerja-kerja saya. Dua alasannya perlu saya kemukakan agak detail di sini. Pertama, dari beberapa sumbangan yang sempat saya baca,...

Para penghayat kepercayaan atau penganut agama leluhur di Indonesia memperoleh perlakuan diskriminatif akibat pengelompokan agama atau kepercayaan. Pengelompokan tersebut pada gilirannya memungkinkan dominasi satu kelompok atas kelompok lainnya yang terwujud dalam kebijakan diskriminatif terkait agama. Demikian pandangan Samsul Maarif, direktur Center for Religious and Cross-cultural...

The Religious Affairs Ministry must immediately reconsider plans to involve the Indonesian Military (TNI) in managing religious harmony. On 1 July, Religious Affairs Ministry spokesman Oman Fathurahman said that the TNI would advocate “moderation” in the practice of religion, and would encourage Religious Harmony Forums (FKUB) to...