Author: PUSAD Paramadina

Pengantar buku Sains Religius, Agama Saintifik Ditulis oleh: Ihsan Ali-Fauzi   Saya kurang bergairah mengikuti polemik terkait sains dan agama yang berkembang akhir-akhir ini, sekalipun ini sebenarnya tema penting untuk kerja-kerja saya. Dua alasannya perlu saya kemukakan agak detail di sini. Pertama, dari beberapa sumbangan yang sempat saya baca,...

Para penghayat kepercayaan atau penganut agama leluhur di Indonesia memperoleh perlakuan diskriminatif akibat pengelompokan agama atau kepercayaan. Pengelompokan tersebut pada gilirannya memungkinkan dominasi satu kelompok atas kelompok lainnya yang terwujud dalam kebijakan diskriminatif terkait agama. Demikian pandangan Samsul Maarif, direktur Center for Religious and Cross-cultural...

The Religious Affairs Ministry must immediately reconsider plans to involve the Indonesian Military (TNI) in managing religious harmony. On 1 July, Religious Affairs Ministry spokesman Oman Fathurahman said that the TNI would advocate “moderation” in the practice of religion, and would encourage Religious Harmony Forums (FKUB) to...

Rencana pelibatan TNI dalam mengelola kerukunan, seperti disebutkan Juru bicara Kemenag, harus ditimbang lagi masak-masak. Ini mengkhianati semangat Reformasi yang mendorong agar berbagai masalah terkait kerukunan diatasi masyarakat (dengan difasilitasi pemerintah) melalui musyawarah. Pelibatan TNI akan membawa kita kembali ke zaman Orde Baru, ketika aneka...

oleh. Husni Mubarok Sebuah artikel ilmiah baru melaporkan bahwa pengikut Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia, memiliki tingkat intoleransi yang sama dengan umat Muslim Indonesia pada umumnya, dan dalam beberapa hal bahkan lebih intoleran. Artikel tersebut ditulis oleh Marcus Mietzner, pengajar ilmu politik di Australian National University, dan...

Setelah hampir lima bulan berlalu, pemerintah telah menyiapkan skenario baru dalam menghadapi Covid-19. Pemerintah Indonesia akan menerapkan tatanan normal baru (new normal), tujuannya adalah agar geliat ekonomi sektor riil dapat berangsur pulih. Kendati begitu, kondisi sekarang tidak memungkinkan untuk penerapannya, terlebih transmisi Covid-19 semakin meningkat....

Pemuka agama memiliki modal sosial yang kuat untuk terlibat mengatasi musibah Covid-19, karena mereka memiliki legitimasi, jaringan kelembagaan, dan pengaruh di masyarakat. Peran strategis mereka terutama diharapkan dalam membangun ketahanan komunitas dan menumbuhkan kesadaran tentang kesehatan. Hal tersebut dibahas dalam diskusi bertema “Solidaritas di Tengah...

Pandemi Covid-19 tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga berdampak pada tatanan sosial yang tak jarang menimbulkan masalah terkait kerukunan dan solidaritas masyarakat. Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Agama merespon situasi ini dengan menerbitkan Surat Edaran tentang pelibatan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam penanganan...

Sebagai bagian dari rangkaian diskusi Film Luka Beta Rasa yang digarap Narasi TV, PUSAD Paramadina menyelenggarakan diskusi bertajuk “Luka Beta Rasa, Krisis dan Solidaritas: Belajar Gerakan Bina damai dari Ambon”. Film yang dikembangkan dari buku Keluar dari Ekstremisme ini mengangkat kisah anak-anak dari kalangan Islam...

Diskusi ini adalah seri terakhir dari diskusi daring seputar pandemi Covid-19 bersama Haidar Bagir, Pemimpin Penerbit Mizan dan Penggerak Islam Cinta. Diskusi pemungkas ini awalnya bertajuk “Mengembalikan Persaudaraan  Manusia di Tengah Wabah Corona”, namun Haidar memperluas pembahasannya menjadi sesama makhluk Tuhan di muka bumi.  Ia...

Pandemi Covid-19 menghantam semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali, termasuk para Penghayat Kepercayaan dan Agama Leluhur. Sebagai kelompok minoritas, apakah mereka mempunyai cara-cara tersendiri dalam menghadapi pandemi? Dan bagaimana cara mereka membangun komunitas yang tangguh dalam menanggulangi dampak negatif akibat Covid-19? Bermula dari pertanyaan itulah, Rumah...