Author: PUSAD Paramadina

Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD) Paramadina, bekerja sama dengan United Nations Development Program (UNDP) menggelar webinar nasional bertajuk “Perempuan di Tengah Pandemi: Beban yang Bertambah, Penghargaan yang Tetap Rendah?” pada hari jumat, 19 februari 2021. Acara ini menghadirkan tiga narasumber yaitu dr. Hj. Faida,...

Pandemi Covid19 tidak membatasi toleransi. Hal itu terjadi di Desember 2020 lalu khususnya di Gereja Katolik Kristus Raja Surabaya. Kalau memasuki perayaan Natal lalu, sejumlah warga muslim membantu mendekorasi pohon natal. Pohon natalnya pun unik karena terbuat dari ratusan masker, sabun cair dan botol cairan...

Ada yang unik di Desa Sukerono, di selatan Kabupaten Jember, Jawa Timur. Di sana warga desa beragama Islam, Kristen, Katolik, dan Hindu hidup rukun. Bukti kerukunan itu nampak dari berdirinya bangunan rumah ibadah, yaitu Masjid, Gereja, dan Pura yang berjarak dua ratus meteran. Menurut Kepala Desa...

Sebagai bangsa yang majemuk, terpaan krisis toleransi yang belakangan terjadi tentu sangat mencemaskan. Sebab, keberagaman adalah nafas kedaulatan negara. Jika langkah preventif tidak dilakukan, bukan tidak mungkin Indonesia dapat terpecah belah. Kekhawatiran tersebut dirasakan pula oleh sekumpulan mahasiswa yang menempuh studi di Institut Agama Islam Negeri...

Di antara sejumlah dusun yang ada di Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur ada satu dusun yang unik, namanya Dusun Bedali. Uniknya karena di dusun itu ada Masjid, Pura dan Gereja yang berdiri, yang masing-masing jaraknya tidak lebih dari 2 kilo meter. Itu sebabnya Dusun...

Kiky, perempuan muda berusia 22 tahun amat terkesan dengan Hutan Antaboga di Banyuwangi, Jawa Timur. Bersama dua orang temannya, perempuan berjilbab itu menceritakan kesan yang dirasakan. Ketika ia mendatangi Hutan Antaboga di Kecamatan Glenmore, 2 jam perjalanan dengan kendaraan mobil dari pusat kota Banyuwangi, Jawa...

Bagaimana Gerakan #SalingJaga di Jawa Timur menggunakan kekuatan kolaborasi lintas Iman untuk membantu para korban pandemi? Jika tidak ada virus Covid-19 barangkali Cahyono sudah bisa membelikan sepatu buat anaknya ketika masuk sekolah. Tapi, bagaimana bisa membeli sepatu baru, untuk makan sehari-hari saja ia harus memutar otak...

Bagaimana Gerakan #SalingJaga di Jawa Timur menggunakan kekuatan kolaborasi lintas Iman untuk membantu para korban pandemi? Jika tidak ada virus Covid-19 barangkali Cahyono sudah bisa membelikan sepatu buat anaknya ketika masuk sekolah. Tapi, bagaimana bisa membeli sepatu baru, untuk makan sehari-hari saja ia harus memutar otak...