Memperkuat Forum Kerukunan Umat Beragama

Memperkuat Forum Kerukunan Umat Beragama

Setiap kali terjadi insiden kekerasan atas nama agama, di mana sebaiknya kita menempatkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)? Umumnya, media massa maupun sosial media lebih menyoroti peran pemerintah (pusat maupun daerah), lembaga kepolisian, Kementerian Agama dan organisasi keagamaan daripada FKUB. FKUB akan menjadi buah bibir jika kasusnya spesifik terkait pendirian rumah ibadah. Jika dalam insiden tersebut telah menerbitkan surat rekomendasi, FKUB tidak lagi dianggap mempunyai peran strategis untuk menyelesaikan maupun menghambatnya.

Pemerintah mendorong pembentukan FKUB tentu bukan semata-mata untuk tertib administrasi pendirian rumah ibadah belaka. FKUB memegang mandat untuk merawat kerukunan antarumat beragama di daerahnya masing-masing. Setiap umat beragama menyuarakan, mendiskusikan dan menegosiasikan aspirasi dan kepentingannya perihal kehidupan beragama melalui FKUB. Kerukunan dan ketegangan di antara kelompok umat beragama merupakan wilayah kerja pokok FKUB. FKUB dirancang sebagai rumah bersama, tempat setiap umat berjumpa dan bergumul. Ada kalanya aspirasi antarkelompok beriringan, ada kalanya bersitegang. Ruang terbuka FKUB membuka peluang dalam setiap perjumpaan dalam suasana tenang dan tegang melahirkan jalan keluar yang mengakomodasi semua pihak.

Kita selalu nampak kaget bila kekerasan atas nama agama muncul di media massa. Seakan- akan insiden tersebut spontan. Padahal, kekerasan keagamaan tidak pernah terjadi secara spontan. Kekerasan keagamaan merupakan puncak dari tahapan konflik sebelumnya. Tahap awal, biasanya, para pihak saling umpat satu sama lain di belakang pihak lainnya. Kemudian, masing-masing mulai mencari dukungan dengan mendehumanisasi karakter pihak lain di hadapan pendukungnya. Tahap berikutnya adalah mobilisasi massa dan kekerasan pun meletus. Dengan kata lain, ada interval waktu yang cukup panjang untuk sampai pada aksi kekerasan. Di situlah sebaiknya peran FKUB kita tempatkan. Persoalannya, sejauh mana FKUB bisa mengambil peran tersebut?

Tulisan ini ingin mendiskusikan posisi FKUB yang strategis untuk masa depan kerukunan umat beragama, lebih jauh kebebasan beragama, di Indonesia. Sayangnya, nilai strategis FKUB, yang akan dibahas pada bagian kedua, terganjal sejumlah masalah yang besar kemungkinan melemahkan lembaga antariman tersebut. Pada bagian ketiga, tulisan ini akan mendiskusikan upaya memperkuat FKUB. Memang mudah mendaftar kelemahan FKUB, namun menyediakan alternatif solusinya yang tidak selalu mudah.

Selengkapnya, silakan unduh artikel di bawah ini.

No Comments

Post A Comment