31 Jul Sekolah Advokasi Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan Angkatan III-Tahun 2026 đź—“
Mengikuti jatuhnya rezim otoriter, tepak terjang advokasi kebebasan beragama atau berkeyakinan (KBB) di Indonesia menghadapi tantangan baru. Tantangan ini termasuk rintangan internal dan eksternal. Beberapa tantangan eksternal tersebut adalah meningkatnya Islam konservatif dan pengaruhnya terhadap kebijakan publik, menyusutnya ruang sipil, diskriminasi sehari-hari, dan meningkatkan konservatisme religius. Tantangan internal yang dimaksud mencakup polarisasi politik pasca pemilu gubernur Jakarta tahun 2016 dan pemilu presiden tahun 2019.Â
Koalisi Advokasi Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan (Koalisi KBB) dibentuk dalam rangka merespon tantangan tersebut. Sejak pertama dibentuk di 2023, anggota Koalisi telah meningkat dari 70 menjadi 211 organisasi dan individu. Kerja-kerja kolaboratif Koalisi KBB difokuskan pada empat pilar: 1) Penguatan pengelolaan pengetahuan KBB dan edukasi publik; 2) Peningkatan kebijakan dan pemenuhan hak; 3) Peningkatan kapasitas anggota dan mendidik pegiat generasi baru, dan; 4) Penguatan komunitas penyintas dan kolaborasi. Pekerjaan sehari-hari Koalisi dilaksanakan oleh Sekretariat Bersama (Sekber) KBB dan dalam aktivitasnya, Sekber KBB meminta dan menerima masukan dari Dewan Pengarah yang terdiri dari para aktivis dan akademisi berpengalaman.
Berinvestasi kepada generasi baru aktivis KBB adalah satu dari keempat area rekomendasi untuk usaha kolaboratif antar advokat KBB. Sekber KBB secara aktif mengupayakan kegiatan-kegiatan yang dapat membina generasi baru aktivis KBB. Sekolah Advokasi KBB (SAKBB) hadir sebagai salah satu kegiatan tahunan untuk mewujudkan misi tersebut, melalui penyelenggaraan kelas-kelas dengan materi KBB pokok dan terbarui melalui metode kursus online dan offline. Sejak pertama diselenggarakan pada 2024, SAKBB telah menjaring 60 pegiat KBB muda se-Indonesia yang hingga kini aktif menggerakkan isu-isu KBB dan demokrasi di wilayahnya masing-masing dan turut menjadi bagian dari jaringan Koalisi Advokasi KBB Indonesia.Â
Melihat situasi dan rekam jejak di atas, Sekretariat Bersama Koalisi Advokasi KBB mengusulkan untuk melaksanakan Sekolah Advokasi KBB 2026 untuk melanjutkan pembinaan generasi baru aktivis KBB. Desain, implementasi, pengawasan, dan evaluasi dari kursus ini akan dilaksanakan secara kolaboratif dengan anggota koalisi KBB yang dipimpin oleh Sekber KBB. Kursus tersebut akan menargetkan aktivis baru, termasuk aktivis NGO, legal profesional, peneliti, komunitas penyintas, dan development professional yang tertarik untuk mendorong hak KBB di Indonesia.Â
Tujuan
- Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman generasi baru aktivis KBB mengenai isu-isu KBB di Indonesia.
- Memperluas jaringan generasi baru aktivis KBB dengan sesama pegiat isu dan organisasi KBB lainnya yang didapat selama proses pelaksanaan kursus singkat.Â
- Memberikan landasan dasar bagi generasi baru aktivis KBB sehingga mereka dapat meneruskan langkah-langkah advokasi KBB di Indonesia.
Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Program ini akan dilaksanakan selama dua bulan, dari bulan Juni hingga November 2026. Pelaksanaan kursus singkat ini akan dilakukan secara hybrid, dengan kelas online sebanyak delapan kali pertemuan di bulan Juni dan Juli, workshop offline selama lima hari empat malam di bulan Agustus, dan periode pelaksanaan rencana tindak lanjut (RTL) selama empat bulan dari bulan Agustus hingga November 2026.Â
Pengelola
Secara keseluruhan, penanggungjawab program ini adalah Ihsan Ali-Fauzi, direktur PUSAD Paramadina dan anggota dari Dewan Pengarah Koalisi Advokasi KBB. Sehari-hari proyek ini akan dikelola oleh Alifa Ardhyasavitri, staf peneliti PUSAD Paramadina dan sekretaris koordinator Sekretariat Bersama. Dalam menjalankan program ini, Sekretariat Bersama akan dibantu oleh PUSAD Paramadina.