Cerita Perubahan Reni Dian Anggraini setelah Mengikuti Lokalatih Mediasi

Cerita Perubahan Reni Dian Anggraini setelah Mengikuti Lokalatih Mediasi

Oleh: Reni Dian Anggraini (UIN Syaikh M. Djamil Djambek)

 

Lokalatih mediasi ini memberi banyak manfaat dan perubahan bagi saya. Sebelum mengikutinya, saya merasa pemahaman saya tentang mediasi sangat terbatas. Saya masih bingung proses dan manfaat mediasi, juga keliru menganggap mediasi sebagai bentuk peradilan atau arbitrase. Saya mengira mediator mempunyai wewenang untuk memberikan solusi dan berekspektasi hal itu tidak realistis, bahkan meragukan efektivitas mediasi itu sendiri.

Keterampilan berkomunikasi saya pun dapat dibilang masih rendah. Khusus keterampilan ini, yang terpenting ialah bagaimana kita bisa memediasi secara efektif, seperti mendengarkan secara aktif, membangun rapport, bahkan menfasilitasi diskusi. Di tahap ini, saya merasa kesulitan mengontrol emosi. Ppesan-pesan yang saya sampaikan terasa masih kurang jelas, berdampak pada tiadanya suasana yang kondusif dalam berdialog.

Meningkatkan Kepercayaan Diri

Sebelum mengikuti pelatihan mediasi, saya kurang merasa percaya diri dalam menangani konflik. Akibatnya, saya merasa sulit akan mengendalikan proses mediasi, dan situasi-situasi yang sulit untuk mencapai kesepemahaman. Oleh sebab itu, saya merasa kesulitan dalam menangani konflik secara damai. Saya belum terbiasa dalam menangani konflik dengan cara konfrontatif, seperti berdebat, menyalahkan, bahkan memaksakan kehendak. Hasilnya malah memperburuk keadaan. Di sisi lain, saya juga merasa sulitnya akan menemukan solusi yang saling menguntungkan bahkan dapat diterima oleh kedua belah pihak.

Rasa empati saya, dan juga upaya saya dalam memahami perasaan seseorang, belum terlatih sehingga sulit berempati terhadap pihak yang sedang berkonflik. Di sisi lain karena belum terlatih juga saya merasa sulitnya untuk menciptakan suasana yang aman bahkan kenyamanan bagi para pihak yang berkonflik dalam mengungkapkan perasaannya.

Yang paling terpenting, sebelum mengikuti pelatihan mediasi ini, saya berpikir bahwasanya proses mediasi ini tujuannya untuk mencari siapa yang menang dan kalah. Namun, setelah mempelajari dan ikut dalam pelatihan ini, tujuan mediasi justru sama-sama menang karena mencari kesepemahaman dan kesepakatan di antara para pihak yang berkonflik. 

Mendapatkan Ilmu Mendalam

Setelah mengikuti pelatihan mediasi ini, saya merasa mendapatkan banyak manfaat. Saya mendapatkan ilmu yang begitu dalam, juga keterampilan dalam menangani masalah secara damai dan konstruktif. Di sini, saya merasa dapat memahami definisi mediasi yang sesungguhnya. Saya mempelajari mulai dari proses-prosesnya, peran serta tanggungjawab sebagai mediator, bahkan teknik dan skill dalam pendekatan mediasi. Saya juga dapat memahami bagaimana bentuk penyelesaian sengketa seperti arbitrase dan ligitigasi.

Saya merasakan perubahan dalam keterampilan berkomunikasi, di mana saya bisa mendengarkan secara aktif tanpa perlu menyela untuk memahami sudut pandang dan perasaan semua pihak. Dalam memediasi, kita harus menggunakan bahasa yang jelas dan netral, sekaligus menghindari bahasa yang sifatnya proaktif, menyalahkan, atau memihak. Kita harus lebih tenang agar mampu mengelola alur mediasi secara efektif, lalu membantu para pihak untuk bisa mengekspresikan dirinya dengan jelas bahkan terstruktur.

Pelatihan mediasi ini juga membantu saya mengidentifikasi akar-akar permasalahan, memahami kebutuhan para pihak, dan mendorong munculnya solusi kreatif dari semua pihak untuk mencapai kesepakatan bersama. Ia bertujuan untuk mengurangi ketegangan, mencegah eklasi konflik, bahkan membangun hubungan yang lebih positif kedepannya.

Pelatihan ini juga membuat saya lebih berempati, ikut merasakan lewat mendengarkan para pihak dengan penuh perhatian, tanpa keinginan menghakimi. Saya bisa menaruh rasa hormat terhadap perbedaan pendapat di antara kedua belah pihak, sehingga para pihak merasa aman dan terdorong untuk lebih terbuka.