05 Feb Cerita Seru Perjalanan Menjadi Mediator: Dari Ragu-ragu hingga Menyadari Nilai Luar Biasa
Oleh: Efrin Afriani
Awalnya, semangat membara mendorong saya untuk mendaftar ke kegiatan pelatihan mediator. Bagi saya, ini merupakan tantangan baru yang erat kaitannya dengan tugas sebagai penyuluh agama. Namun, ketika menghadapi tes wawancara, keraguan mulai menyusup karena menyadari kekurangan dalam kemampuan komunikasi saya. Meski begitu, saya memutuskan untuk tetap melangkah maju dan mengikuti kegiatan ini.
Pelatihan ini tidak hanya luar biasa dalam hal materi, tetapi juga dibimbing oleh para coach yang berpengalaman dan memiliki jam terbang tinggi. Saya menyadari bahwa ada begitu banyak hal yang bisa dipelajari dari kegiatan ini, semuanya membawa manfaat yang besar.
Menjadi seorang mediator bukanlah tugas yang mudah bagi saya. Saya menyadari bahwa masih banyak hal yang perlu dipelajari. Proses ini mengajarkan saya untuk memahami masalah, mengendalikan situasi mediasi, mendengarkan dengan lebih baik, dan mengajukan pertanyaan yang tepat untuk menurunkan ekspektasi para pihak yang terlibat.
Mengenai rencana kedepan, saya memiliki tekad untuk terus belajar dan berlatih. Saya merasa bersyukur dapat mengikuti pelatihan ini, dan sekarang menyadari bahwa keputusan untuk tetap melanjutkan sangat tepat. Terima kasih kepada para coach yang telah berbagi ilmu dengan kami.
*) Efrin Afriani adalah alumni Fellowship Pelatihan Mediasi di Sulawesi Tengah