Diskusi dan Peluncuran Buku “Sisi Gelap Reformasi di Indonesia: Munculnya Kelompok Masyarakat Madani Intoleran” 🗓 🗺

Diskusi dan Peluncuran Buku “Sisi Gelap Reformasi di Indonesia: Munculnya Kelompok Masyarakat Madani Intoleran” 🗓 🗺

Salah satu capaian penting Reformasi di Indonesia adalah tumbuhnya masyarakat madani (civil society) yang kuat. Namun, beberapa di antara organisasi masyarakat madani yang paling efektif dewasa ini justru adalah kelompok-kelompok Islamis garis keras yang mendakwahkan intoleransi dan menyebarkan kebencian. Pertanyaannya, apakah organisasi-organisasi itu tumbuh berjalan seiring dengan meningkatnya konservatisme sosial masyarakat Indonesia, atau karena koneksi-koneksi politik yang kuat? Apa jalan keluar agar kelompok garis keras tidak tumbuh subur di Indonesia?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut dibahas Sidney Jones, Direktur Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC) dalam Nurcholish Madjid Memorial Lecture (NMML) VII pada Desember 2013 lalu. Sidney menyampaikan pidato berjudul “Sisi Gelap Reformasi di Indonesia: Ancaman Masyarakat Madani Intoleran.”

Berbagai aspek gagasan soal peningkatan mutu demokrasi dan penanganan kelompok madani intoleran Indonesia tersebut kini sudah dibukukan dalam  Sisi Gelap Reformasi di Indonesia: Ancaman Masyarakat Madani Intoleran (2015). Selain berisi lecture Sidney Jones, buku ini dilengkapi juga dengan tanggapan sejumlah intelektual dan peneliti dari berbagai latar belakang: Zainal Abidin Bagir (Direktur Pusat Studi Agama & Lintas Budaya, UGM), Najib Azca (pengajar di Fakultas Sosiologi UGM), Titik Firawati (pengajar di Fakultas Hubungan Internasional UGM), Sana Jaffrey (mahasiswa doktoral di Universitas Chicago, Amerika Serikat), Elga Sarapung (Direktur Interfidei, Yogyakarta), dan  Jeremy Menchik (asisten profesor di Universitas Boston, Amerika Serikat).

Lewat lecture dan komentar yang kemudian ditanggapi balik oleh Sidney itu terciptalah dialog yang kaya untuk menghadapi ancaman kelompok madani intoleran dalam demokrasi Indonesia. Dialog yang tersaji di buku ini penting dibaca oleh para pengambil kebijakan, akademi, aktivis sosial, mahasiswa dan siapa saja yang peduli akan masa depan mereka dan negeri tercinta.

Diskusi ini akan diselenggarakan pada Kamis, 26 Februari 2015, pukul 12.00-16.00 WIB, di Kampus Paramadina Graduate School, The Energy Building 22nd SCBD Lot. 11A Jalan Jendral Jenderal Sudirman Kav. 52-53 Jakarta.                             

Narasumber dalam diskusi ini adalah:

  1. Sidney Jones (Direktur Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC))
  2. Maman Imanulhaq (Anggota Komisi VIII DPR RI)
  3. Zainal Abidin Bagir (Direktur Pusat Studi Agama dan Lintas Budaya, Universitas Gadjah Mada Indonesia)
  4. Samsu Rizal Panggabean (Dosen Magister Perdamaian Resolusi Konflik, Universitas Gadjah Mada Indonesia)

Diskusi akan dipandu oleh Ihsan Ali-Fauzi (Direktur PUSAD Paramadina).

Acara diawali dengan makan siang  pada pukul 12:00 WIB. Narahubung: ayu@paramadina-pusad.or.id (0838 675 656) atau imelda@paramadina-pusad.or.id (0812 833 62 452).

Scheduled ical Google outlook
Paramadina Graduate School Map