Publikasi

Jalsah Salanah Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), yang direncanakan berlangsung di Manislor, Kuningan, Jawa Barat, pada 6-8 Desember 2024, batal akibat tekanan aktor negara dan non-negara. Berdasarkan informasi para anggota JAI dan aktivis Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan (KBB) di lokasi acara, kami melihat pengerahan aparat (polisi...

Setahun terakhir telah memaksa kita untuk mengubah tata cara berkehidupan guna beradaptasi dengan pandemi. Banyak ahli percaya bahwa COVID-19 bukan pandemi terakhir yang akan kita hadapi sehingga merefleksikan apa yang terjadi selama setahun belakangan menjadi penting guna mempelajari dan mempersiapkan penanganan pandemi selanjutnya. Dalam rangka merefleksikan...

Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD) Paramadina, bekerja sama dengan United Nations Development Program (UNDP) menggelar webinar nasional bertajuk “Perempuan di Tengah Pandemi: Beban yang Bertambah, Penghargaan yang Tetap Rendah?” pada hari jumat, 19 februari 2021. Acara ini menghadirkan tiga narasumber yaitu dr. Hj. Faida,...

Wafatnya Glenn Fredly meninggalkan duka bukan saja bagi kalangan seniman, tapi juga para pekerja perdamaian. Bagaimana almarhum menggabungkan talenta seninya dengan cita-cita perdamaiannya? Apa yang bisa kita pelajari darinya? Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD) Paramadina menggelar diskusi online bertajuk Seni Dan Perjuangan Perdamaian: Belajar...

KABAR Djohan Effendi wafat di Geelong, Australia, tempat dia terakhir menetap, sebenarnya tak terlalu mengejutkan. Sudah lama kami, saya dan beberapa kawan yang mengaku murid "Pak Djohan", tahu dia sakit. Seingat saya, di tengah sakit itulah dia menyelesaikan Pesan-pesan Al-Quran (2012), karyanya yang terakhir. Tapi...

Peluncuran dan Diskusi Buku “Ketika Agama Bawa Damai, Bukan Perang: Belajar dari Imam dan Pastor” Jakarta, 1 November 2017 Assalamu’alaikum Wr. Wb., selamat siang dan salam sejahtera bagi kita semua. Para undangan yang saya hormati. Bapak Ihsan Ali Fauzi selaku Direktur PUSAD Paramadina yang telah membantu terselenggaranya acara ini....

Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD) Paramadina memfasilitasi terbentuknya kelompok kerja yang terdiri dari berbagai unsur pemangku kepentingan: peneliti dan pengambil kebijakan. Kelompok kerja ini secara berkala akan membahas isu-isu pokok seputar kehidupan keagamaan di Indonesia yang selalu menjadi perdebatan publik. Tujuan kelompok kerja adalah untuk...

“Saya sangat senang ketika ada pembahasan tentang toleransi di kota Tasikmalaya. Saya senang karena kita harus jujur bahwa Tasikmalaya itu kota santri, tapi sejumlah penelitian mencatat, disertasi nyatanya, Tasikmalaya itu lebih kental Islam “kerasnya” daripada Islam “santunnya”. Lebih kental nuansa kekerasannya daripada nuansa kelembutannya,” ungkap...

Dalam rangka memperkuat toleransi, kelompok pemuda yang tergabung dalam Ready (reaspect and dialogue), sebuah alumni pelatihan yang dilaksanakan oleh Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD) Paramadina, menggelar diskusi betajuk “Halaqah Kebangsaan” bertempat di Tarogong, Garut (01/07/2016). Kegiatan diisi dengan diskusi mengenai toleransi dan kebangsaan, dengan...

Banyak pihak yang mesti berpartisipasi dalam rangka mewujudkan kerukunan dan toleransi keberagamaan. Utamanya pemuka setiap agama berperan penting dalam membangun tujuan yang sama jika ingin mewujudkan kerukunan dan toleransi. Permasalahan tersebut menjadi pokok pembahasan dalam dialog “Pentingnya Toleransi dalam kehidupan beragama sebagai pemersatu bangsa” yang...

Sambutan dan Pidato Kunci Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti  Lokakarya Nasional Penanganan Ujaran Kebencian (Hate Speech) serta Perlindungan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan Jakarta, 23-24 Juni 2016 Kerjasama Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD) Paramadina dengan Divisi Hukum Mabes Polri Assalamu’alaikum wr. wb. Marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang...

Rida Nurhayati, siswi aliyah Cokroaminoto, Garut, terkesan dengan kemah perdamaian yang diikutinya selama tiga hari. “Banyak materi-materi kampanye kreatif tentang perdamaian yang saya dapat. Saya akan menularkan ide2 ini pada teman-teman di sekolah saya. Senang sekali bisa ketemu dengan banyak teman-teman Priangan Timur." Sekitar seratus pemuda...

Upaya rekonsiliasi nasional untuk menyelesaikan tragedi 1965 nampaknya dalam situasi sulit. Setelah simposium 1965 digelar oleh Lemhanas (Lembaga Ketahanan Nasional), sejumlah penolakan pengungkapan peristiwa 1965 dilakukan oleh sejumlah kelompok. Bahkan sejumlah jenderal purnawirawan dan organisasi masyarakat berang dan akan membuat gerakan tandingan. Alasannya karena acara...