Publikasi

DATA BUKU Judul: Dari Kosmologi ke Dialog: Mengenal Batas Pengetahuan, Menentang Fanatisme Penulis: Karlina Supelli Penerbit: Mizan Cetakan: I, Desember 2011 Halaman: 280 halaman ISBN: 978-602-97633-5-5           Fenonema fanatisme kerap terjadi di negeri ini. Kuantitasnya cukup mengkhawatirkan. Laku merasa paling benar yang kemudian cenderung menegasikan sang liyan, adalah laku yang akan menghambat terbentuknya masyarakat yang majemuk....

Keintelektualan dan kereligiusan itu menyatu. Justru karena keintelektualannya, keyakinan religiusnya tidaklah dogmatis atau konservatif. --(Sindhunata: 2006) Ujaran Gabriel Possenti Shindunata, SJ (Kambing Hitam: 2006), merupakan sindiran terhadap konsep dan amal keberagamaan dewasa ini. Kekerasan yang tak menemui titik hentinya, yang sering membawa simbol agama, menjadi legitimasi parsial...

M. Dawam Rahardjo (sebut saja Mas Dawam) adalah tokoh multidimensi (cendekiawan, budayawan, pemikir Islam serta pegiat LSM), dan salah satu ikon intelektual Islam gelombang pertama di Indonesia. Ide-idenya yang segar dan kontroversial—bukan hanya pada pemikiran-pemikirannya tetapi juga tercermin di dalam cerpen-cerpennya (menyebut salah satunya “Anjing...

Buku Kontroversi Gereja di Jakarta ini mengaji secara mendalam kasus-kasus seputar pendirian gereja di Jakarta dan dampaknya terhadap kehidupan sosial. Buku ini merekam kontroversi tidak hanya dilihat struktur dan kebijakan, namun juga dinamika yang terjadi antarumat beragama di sekitar tempat ibadah. Meskipun faktor kebijakan memainkan peran...

Belum lama ini saya hadir dalam sebuah acara pidato kebudayaan yang disampaikan oleh Abdul Moqsith Ghazali—intelektual muda yang sangat akrab dengan khazanah Islam klasik—di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Pidato kebudayaan kali ini mengambil tema "Menegaskan Kembali Pembaruan Islam". Tema tersebut seakan memberikan...

Dimuat di Media Indonesia, 18 Juli 2011 Agama merupakan sumber perdamaian sekaligus sumber pertikaian. Seringkali kita mendengar bahwa agama menjadi alat pendamai di saat dua pihak atau lebih berseteru (Abu-Nimer 2010). Konflik yang diwarnai dengan kekerasan di Poso dan Ambon, misalnya, masing-masing berakhir dengan perjanjian Malino...